Kreatifitas Dosen USN Kolaka, Sulap Barang Sederhana Menjadi Penunjang Pelajaran

Latsar CPNS Gol. III USN tahun 2020

Dekan FISIP USN Kolaka, Nursamsir,SE.,M.Si menerima clapper board take action dari pengelola Studio Belajar, Phradiansah, S.Sos.,M.M saat peresmian, Senin (31/8/2020). Foto kiriman: Indar Ismail

Studio Belajar, Dari Mahasiswa, Untuk Mahasiswa
Dosen ini berhasil menyulap bahan-bahan sederhana menjadi penunjang pembelajaran. Taktik yang diyakini jitu menghadapi Covid-19.

++++++++

Sinar matahari perlahan menyengat. Inilah pertanda aktivitas warga mulai menggeliat. Desa Popalia, adalah satu dari sekian desa di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawes Tenggara yang kini berangsur ramai. Musababnya, sejak beberapa tahun terakhir, separuh fakultas Universitas Sembilanbelas November Kolaka berada di sini. Namun, semenjak Covid-19 mewabah di Indonesia, mahasiswa memang tak hilir mudik seperti dulu lantaran kampus memberlakukan kuliah jarak jauh. Walaupun begitu, dosen dan tenaga kependidikan tetap berkantor dengan jadwal bergilir dan mengacu protokol kesehatan.
Pagi itu, Kamis (27/8/2020), kesibukan nampak di gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Phradiansah terlihat membenahi beberapa peralatan di salah satu ruang di lantai tiga. Ia memastikan lampu berfungsi dengan baik, termasuk mengatur tingkat pencahayaan ideal. Ia juga menarik kabel untuk menghubungkan lampu-lampu itu dengan aliran listrik. Sebentar kemudian, dosen manajemen ini bersiap merekam gambar salah seorang dosen. Beberapa orang menyapanya sebentar, lalu pergi. Phradi menyebut ruangan itu sebagai Studio Belajar.
Studio Belajar ini merupakan kolaborasi bersama dengan mahasiswa. Sebelumnya, melalui mata kuliah Kreativitas dan Inovasi, Phradiansah mendorong mahasiswanya untuk merakit sejumlah peralatan. Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok menciptakan satu peralatan penunjang studio.
Yang menarik, peralatan tersebut berasal dari bahan yang mudah dijumpai di rumah, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan fasilitas tersebut terjangkau. Bahkan sedapat mungkin zero budget. Ambil contoh, peralatan untuk pencahayaan terdiri dari komponen lampu dan tiang lampu. Bola lampu terlindungi dengan kardus yang dibuat berbentuk trapezium seukuran 30 cm. Sisi-sinya dikuatkan dengan perekat isolasi jilid. Kardus di sekitar bola lampu ditempeli kertas metalik. Sorot lampu kemudian difilter dengan kain berwarna putih yang direntangkan pepat mengawal kardus. Adapun tiang lampu terbuat dari pipa air berukuran ½ inchi atau ¾ inchi. Setelah dihubung-hubungkan dengan sambungan pipa jenis L atau T, tiang setinggi 1,5 meter-2 meter itu dicat dengan warna hitam. Peralatan lain, layaknya studio adalah layar dari kain berwarna hijau untuk green screen, papan on air, dan papan clapper board take action.
Phradiansah mengapresiasi minat mahasiswanya dalam mewujudkan Studio Belajar tersebut. Hal tersebut menunjukkan antusiasme mahasiswa untuk mencari tahu sekaligus menciptakan karya-karya inovatif dan kreatif dengan bahan seadanya. ”Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Sembilanbelas November Kolaka juga tak ketinggalan dengan dinamika kampus besar yang ada di Indonesia,” kata lelaki penggemar motor balap ini.
Dia menambahkan, semenjak didirikan awal Agustus lalu, beberapa dosen juga telah menggunakan Studio Belajar sebagai sarana pembelajarannya, di antaranya dosen dari program studi administrasi publik.
Ia pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pihak yang telah memberikan dukungannya. Masing-masing kepada Rektor USN Kolaka, bapak Dr. Azhari, S.STP.,MSi; Dekan FISIP bapak Nursamsir,SE.,M.Si dan jajaran pimpinan fakultas; Ketua Program Studi Manajemen, ibu Niar Astaginy,SE, M.Si, serta rekan-rekan dosen FISIP dan lingkup USN Kolaka. Apresiasi juga ia sampaikan kepada mentor kami bapak Arafat, S.Pdi.,M.Si dan coach bapak Gafaruddin, SE.,M.Si.
Studio Belajar ini diresmikan penggunaannya bersamaan dengan tiga inovasi dosen lainnya oleh Dekan FISIP USN Kolaka, Nursamsir, Senin (31/8/2020). Acara tersebut dihadiri wakil dekan, ketua program studi, dan sejumlah dosen disaksikan mahasiswa. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Studio Belajar. Dekan sempat menanyakan peralatan apa saja yang ada di ruang tersebut. Tak lupa, ia juga menyampaikan ucapan selamat yang diabadikan di depan kamera.
Dalam kesempatan tersebut, secara singkat Phradiansah menjelaskan hal-hal apa saja yang dapat dibuat dalam studio belajar. Gambar yang telah direkam dalam bentuk video akan ia edit, dengan menambahkan animasi dan teks. Beberapa video bahkan diselingi dengan instrument musik.
Nursamsir mengatakan, pihaknya senantiasa mendorong agar dosen terus melahirkan inovasi, termasuk dengan memanfaatkan ruang-ruang yang ada di sekitar kampus, seperti selasar, atau tempat-tempat yang selama ini hanya menjadi area nongkrong mahasiswa. Phradiansah sesungguhnya baru saja memulai. Ia tahu visi Kampus Merdeka harus diawali dari inovasi dan kreativitas. Tugas bersama mahasiswa dan dosen. ***

http://www.warganet62.com/2020/08/31/kreatifitas-dosen-usn-kolaka-sulap-barang-sederhana-menjadi-penunjang-pelajaran